Semester pertama di SMA, itu artinya
saya baru lulus SMP dan petualanganku untuk mencari jati diri dimulai. Pada
awalnya saya masih kecewa karena tidak masuk di sekolah favorit pada saat itu,
dan terpaksa masuk di SMA yang katanya
sebagian siswanya nakal-nakal dan berprofesi sebagai preman. Dan saya juga
kecewa, kenapa dari sekian ratus siswa saya adalah siswa yang lolos di
peringkat terakhir : ternyata di SMA itu pun taraf saya masih di bawah
rata-rata, dengan bujukan dari ortu akan dinaikkan uang jajan akhirnya saya
bisa menerima untuk ikhlas sekolah di SMA buangan itu. Jika kalian ingin tahu
sekolahku dulu itu masuk gang yang di gapuranya (baca- pintu masuk gang)
bertuliskan ‘Perumahan Banjararum’, jangan berpikiran saya sekolah di tempat
seperti layaknya sebuah suami istri yang hidup di suatu rumah di dalam
perumahan dan kita diajarkan bagaimana berumah tangga yang baik dan benar,
meskipun awalnya saya berpikiran seperti itu. Setelah itu masuk sekitar kurang
lebih 10 KM ke dalam melewati perumahan Banjararum dan perkebunan tebu serta
pohon-pohon jati.
Jika dibayangkan sekolahku itu
layaknya seperti tempat sekolahnya Harry
Potter kalo di filmnya ada hutan terlarang di sekolahku juga ada (hutan
jati terlarang), lanjut ada danau di sekitar Hogwarts kami juga ada (genangan air bila turun hujan dikit dan
dalamnya setinggi paha orang kalo lagi berdiri). Pada intinya sekolahku itu
jauh dari peradaban manusia, saking jauhnya warga setempat tidak tau kalo ada
sekolah di situ.
Akhirnya hari pertama masuk sekolah
dan kelasku berada di ujung gedung yaitu kelas 10-(6), tempat dimana biasanya
para preman-preman sekolah nongkrong di tempat tersebut. Yah hari pertama
proses belajar mengajar berjalan dengan normal, seperti belajar bagaimana
berumah tangga yang baik dan benar..eh! maksud saya.. Ahhssudahlah. Proses
perkenalan diri oleh wali kelas dan murid dimana kita ditanyai cita-citanya
apa? Di sini saya berpikir, saya sekolah SMA atau SD ya kok ditanyai cita-cita
gitu. Karna kudu dijawab maka aku bilang aja ‘Pengen jadi polisi mbak’ (karna
pada saat itu guruku amat muda sekali kayak masih mbak-mbak).
Sesaat kemudian saat temenku yang
duduk paling belakang ditanyai apa cita-citanya, dia menjawab ‘Pengen jadi
orang bu!’ kata dia mantap, ‘Hahahahaha’ guruku tertawa lepas saat mendengar
Mahardika (sebut saja dika) menyatakan cita-citanya, ‘Jadi selama ini kamu
belum jadi orang Dik??’ tanya guruku ‘Ma..maksudnya pengen jadi orang yang
sukses gitu lo bu’ jawab Dika dengan malu karena berpikir selama ini dia belum
sempurna menjadi manusia. Entah kenapa dalam hati kecilku Dika adalah orang
baik tapi sembrono, tapi kenyataannya adalah dia adalah anak yang “urakan” dalam bahasa Jawa modern itu
adalah sifat tercela yang bila dicontoh adalah tidak baik, tapi seiring
berjalannya waktu kami berdua di takdirkan menjadi teman berubah menjadi
sahabat dan akhirnya berevolusi menjadi Kupu-kupu (Nah lo?).
Sepintas kadang terlihat ngeri bahwa
saya berteman dengan Dika, yaa bisa dibilang preman spesialis cewek lah, dan
kadang ada untungnya juga saya berteman dengan preman yaa itung-itung aman lah
dari kejaran banci-banci di sekolah : saya dulu spesialis dikejar banci-banci
di sekolah. Pernah kejadian, saya lagi nganter temen cewek saya pulang dan
tiba-tiba ada seorang cowok dengan motor pretelan
menghampiri saya sambil jalan, ternyata itu adalah pacar dari si cewek yang aku
bonceng, parahnya lagi dia adalah preman pasar yang sering malakin anak-anak
kecil di pasar. Dia kelihatan marah karena aku bonceng dan saya hanya bisa
bengong dan melongo pada saat kejadian : muka cari aman dari masalah fisik bila
terjadi. Keesokan harinya saya bercerita ke Dika dan dia bilang ‘Santai aja dar
ntar aku panggilin teman-teman kompleks ku untuk bantu kau’ kata Dika sambil
ngisep lollipop, ‘Tapi Dik ini preman
pasar Dik’ aku panik, ‘aaaah sudahlah, pokoknya kau tenang saja, kalo ada
apa-apa hubungi saja saya’, disitu saya berpikir sejenak, bahwa Dika ini teman
kompleksnya sungguh bisa diandalkan, sedangkan kalo di ingat-ingat kembali
teman-teman kompleksku yang kalo bisa dibilang kumpulan anak cupu-cupu semua :
sesama anak cupu pasti temennya cupu juga semua.
4 komentar
Click here for komentarKapan mau dilanjutkan kak?
ReplyIya om kapan mau dilanjut om? :3
ReplyConversionConversion EmoticonEmoticon